Mengacu kepada Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Kesehatan RI Nomor 01T.PS.20.01.214.06.458a tanggal 25 April 2006 perihal Pengadaan Alat Kesehatan, produk buatan China seperti ”Hematology Analyzer” dan ”Refrigerator” hanya diberikan poin maksimal sebesar 25, jadi nilai teknis bukan 38

Selasa, 3 Agustus 2010 00:06 WIB

Kupang (ANTARA News) –

Pengadaan alat kesehatan (alkes) pada rumah sakit tipe C milik Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga bermasalah karena tidak sesuai dengan standar mutu yang diharapkan.

Direktur RSU Kota Kupang, dr. Frans C. Homalessy, Sp.AN, di Kupang, Senin mengatakan, sejumlah alat kesehatan yang diperlukan untuk menjadi fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit nonkelas tersebut, diduga tidak memiliki standar mutu sesuai yang diharapkan, karena merupakan barang produk China.

Dia mengatakan, sejumlah alat kesehatan yang hingga kini belum bisa digunakan kendati rumah sakit yang dibangun untuk memberikan pelayanan bagi pasien warga miskin Kota Kupang itu sudah memulai dengan pelayanan kesehatan rawat jalan, adalah merupakan proyek pengadaan tahun 2009 dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.

“Semua alat itu belum bisa kita gunakan di rumah sakit yang sudah memulai pelayanan kesehatan, karena masih dalam masa penyelidikan oleh pihak Inspektorat Daerah Kota Kupang,” kata dia.

Menurut dia, alat-alat kesehatan yang memiliki kualifikasi baik, hanya bisa diperoleh jika alat tersebut merupakan produksi perusahaan yang berasal dari negara Amerika Serikat, Jerman atau negara-negara Eropa lainnya. Sedangkan jika alat-alat kesehatan itu merupakan produksi China, maka kualitasnya sangat berbeda dan jauh dari standar mutu yang diharapkan.

“Saya punya pengalaman di RSU Prof. Dr.WZ Johannes Kupang, alat-alat produksi China biasanya hanya berumur setahun pemakaian, jika dibanding produksi dari negara-negara lainnya. Jika demikian maka sangat merugikan keuangan daerah,” kata mantan staf dokter pada RSU Prof. Dr. WZ Johannes, milik Pemerintah Provinsi NTT itu.

Dia mengakui, sejumlah alat tersebut, saat ini masih belum bisa digunakan karena masih dalam pemeriksaan Inspektorat Darah Kota Kupang, untuk menyesuaikan sepesifikasi alat dengan jumlah barang, harga serta mutu dan kualitas sebagaiman yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Wali Kota Kupang, Daniel Adoe, mengaku sedang melakukan penyelidikan terhadap masalah pengadaan alat kesehatan tersebut melalui Inspektorat Daerah (Irda), untuk mendapatkan kebenaran dari persoalan tersebut.

“Saya sudah perintahkan Irda untuk lakukan investigasi terhadap dugaan penyimpangan tersebut,” kata Adoe.

Kepala Inspektur Daerah Kota Kupang, George Orzon Taulo, mengaku, pihaknya kini sedang melakukan pemerikasaan terhadap sejumlah alat kesehatan pada rumah sakit tipe C milik Pemerintah Kota Kupang tersebut.

“Kita sedang lakukan pemeriksaan. Kita harapkan bisa segera selesai untuk bisa mendapatkan hasil yang sebenarnya,” kata Taulo.

KOMENTAR :

Hematology  Analyzer dan  Alat Kimia Klinik  produksi  China dan India relatif jauh lebih murah dibandingkan produk Amerika, eropa dan Jepang  akan tetapi kualitas nya pun jelas lebih rendah karena menyangkut teknologi, material dll

Mengacu kepada Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Kesehatan RI Nomor 01T.PS.20.01.214.06.458a tanggal 25 April 2006 perihal Pengadaan Alat Kesehatan, produk buatan China seperti ”Hematology Analyzer” dan ”Refrigerator” hanya diberikan poin maksimal sebesar 25, jadi nilai teknis bukan 38

AMP merupakan sebuah pabrik rakitan rumah tangga… Lisensi tidak menjamin pembuktian kualitas…

AMP Austria hanya memproduksi REAGEN kontrol tanpa memproduksi  kalibrator

Katalog Produk: Hematology Analyzer

Merk : AMP Accos 319 alias Mindray BC 3000 China

Pada tahun 2007  harga 1 unit AMP Accos 319 adalah rp. 60 sampai  rp. 70 juta ( tergantung negosiasi )

Pada tahun 2011 harga 1 unit AMP Accos 319 adalah rp. 80 an juta

AMP  Accos  319  merupakan  hematology analyzer produksi China tetapi  berlabel  Eropa, dalam artian barang ini di buat di China tetapi  memiliki  lisensi  Austria

AMP  Accos  319  Austria  adalah  sama saja dengan  Mindray  BC 3000 PLUS China, hanya beda pada label

Perusahaan AMP Austria membeli barang dari Mindray China (Mindray  BC 3000 PLUS)  lalu dengan  membuat  lisensi  baru mereka menjual dengan merk “AMP  ACCOS 319  Austria” seolah olah barang ini buatan Eropa, ini demi bisnis semata

Daya tahan AMP ACCOS 319 biasanya cuma enam bulan, kualitas alat ini rendah karena komponen elektronik lemah, memakai komponen komponen murah agar bisa dijual murah

misal :

Semen 1 : 2 maka rumah kokoh

Semen 1 : 10 maka rumah mudah roboh…

AMP memiliki sindikat diseluruh dunia….

Setelah sekian bulan, semua komponen akan berada dalam keadaan longgar, semua tubing akan tersumbat kristal bahkan ada yang berkarat, kalaupun di sevice dan dilakukan kontrol serta kalibrasi maka hanya akan berjalan normal sebentar lalu macet lagi karena memang dasar alatnya jelek

AMP ACCOS 319 jarang ada lab yang mau pakai, tetapi disukai oleh pelaku  mark up proyek karena unggul di harga (pricing)… Sangat sedikit di pakai di lab kecuali analis nya tertipu dengan label Austria… Lisensi tidak menjamin pembuktian kualitas

Jangan terpengaruh dengan lisensi  AMP, karena AMP ACCOS 319 dan AMP Piccos 05 merupakan dua buah “produk gagal” dari AMP

Kuvet Hb alat ini berkualitas rendah, sedangkan parameter lain memakai  metode impedansi..

Sistem pembersihan alat ini tidak bagus dan tidak bersih.. Semakin tua alat maka semakin tidak bagus karena semakin lama sistem pembersihan semakin berkurang

Jika sistem alat tidak besih maka sisa sisa komponen darah melekat (sisa sisa bekas sampel) sehingga pembacaan tidak benar.. Jika ada yang kotor di internal  walaupun dicuci betul betul maka akan kambuh lagi karena sumbernya tidak ketemu…

Alkes China penyimpangan standar deviasi dan koevisien variasi nya melenceng cukup jauh, ring terlalu besar, mestinya kecil

Tidak memiliki standar mutu sesuai yang diharapkan, karena merupakan barang produk China, bermasalah karena tidak sesuai dengan standar mutu yang diharapkan.

alat-alat kesehatan yang memiliki kualifikasi baik, hanya bisa diperoleh jika alat tersebut merupakan produksi perusahaan yang berasal dari negara Amerika Serikat, Jerman atau negara-negara Eropa lainnya. Sedangkan jika alat-alat kesehatan itu merupakan produksi China, maka kualitasnya sangat berbeda dan jauh dari standar mutu yang diharapkan.

Direktur RSU Kota Kupang, dr. Frans C. Homalessy, Sp.AN punya pengalaman di RSU Prof. Dr.WZ Johannes Kupang, alat-alat produksi China biasanya hanya berumur setahun pemakaian, jika dibanding produksi dari negara-negara lainnya. Jika demikian maka sangat merugikan keuangan daerah

Hematology  Analyzer dan  Alat Kimia Klinik  produksi  China dan India relatif jauh lebih murah dibandingkan produk Amerika, eropa dan Jepang  akan tetapi kualitas nya pun jelas lebih rendah karena menyangkut teknologi, material dll

Mengacu kepada Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Kesehatan RI Nomor 01T.PS.20.01.214.06.458a tanggal 25 April 2006 perihal Pengadaan Alat Kesehatan, produk buatan China seperti ”Hematology Analyzer” dan ”Refrigerator” hanya diberikan poin maksimal sebesar 25, jadi nilai teknis bukan 38

Kelemahan Hematology Analyzer China adalah ketahanan, kehandalan dan hasilnya lemah

Secara umum Quality Control, Quality Manajemen, QA, Consumable Cost Rate/Test Hematology Analyzer China masih jauh dibawah produk Jepang, Amerika Serikat dan Eropa

reagents AMP  ACCOS  319
Control dan Calibrator AMP  ACCOS 319
Korespondensi Perusahaan
Nama: Tn. Setiyo Raharjo [Pemasaran]
Nomer HP: 0817-8204200813-826055990857 1771 5002021 6866 8837
Nomer Telpon: 021 – 88978246,85423522,68291155
Nomer Faks: 021 – 88978246
Alamat: PUP sektor V Blok D5 No.26
Bekasi, Jawa Barat
Indonesiaweb : http://setiawijaya.indonetwork.co.id/2212454/hematology-analyzer.htm

Katalog Produk: HEMATOLOGY ANALYZER

Harga: MURAH..NEGO
Cara Pembayaran: Tunai
Kemas & Pengiriman: UNIT
Keterangan: Kami menyediakan alat Hematology Analyzer dengan merek :
– READY HEM 323
– ACCOS 319
– RAYTO 7600
– MICROS 60
– MINDRAY 2800
– Advia 60
– MOLET
.
Kami menyediakan alat Hematology Analyzer dengan merek :
– Accos 05
– Mindray
– Ready Hem 323
– Micros 60
– Pentra 60
– Lab Nova ( Reagent Hematology
—————————————————————————————
AMP Accos 319 juga di distribusikan juga oleh : PT. Tirta Medical Indonesia.

http://www.tirtamedicalindonesia.com/Jika Anda mengalami masalah dan pertanyaan tentang produk PT. Tirta, silakan hubungi PT. Tirta  Medan

Alamat baru kami :

PT. Tirta Medical Indonesia
Perum Ray Pendopo 5 No. 1
Jl. Setia Budi Pasar I.
Telp (061) 8219933
Fax. (061) 8219977, Medan
Email. sarfuddin.tirta@indosat.net.id.

————————————-

Adapun alamat lama kami  pada tahun 2007  yaitu di :

PT. Tirta Medical Indonesia.Jl. Kertas No. 44 Ayahanda
Telp. (061) 4519933
Fax. (061) 4516667
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

e-mail admin@tirtamedicalindonesia.com

dinyatakan sudah tidak berlaku lagi…

—————————————–

Produk lain PT. Tirta Medical Indonesia yang berkualitas rendah  seharga rp. 18 juta

http://www.tirtamedicalindonesia.com/products/detail/?id=32&nm=amp_piccos_05

Diagnostic – AMP – Photometer
AMP Piccos 05

AMP Piccos 05 is a semi-automated clinical chemistry analyzer utilizing modern technologies for simple, effcient and accurate performance of any photometric clinical chemistry analysis
.
A logically structured software menu, clear operating instructions presented on the graphic colour screen, a multiplicity of pre-defined test protocols and enchaned data management facilities are making AMP Piccos 05 a powerful, but nevertheless easily usable assistant in the clinical chemistry laboratoty
.
AMP Piccos harga dasarnya rp. 18 juta, ini merupakan barang rakitan rumah tangga, enam bulan pakai  lalu rusak  padahal filter standar mahal dan jarang ada di pasaran… Di sejumlah tempat alat ini bermasalah dalam waktu cepat

============================================

Kemudian bagaimana dengan produk industri besar yang notabene bukan produk asli bangsa kita? Untuk kasus ini, saya akan mengambil contoh produk motor cina yang awal dekade 2000 sempat beredar, saya ingat betapa rakyat Indonesia sangat tergiur dengan murahnya produk motor, dengan model yang hampir sama, konsep mesin yang hampir sama pula, hanya kualitas yang benar-benar sangat buruk, terlihat keawetan pemakaian produk ini tidak lebih dari 2 s/d 3 tahun saja dalam arti lain produk motor cina lebih gampang rusak karena diakibatkan kualitas spareparts yang sangat buruk (red. Pengalaman ini berdasarkan testomoni rekan-rekan penulis yang memakai produk motor cina).

Jadi apabila dibandinkan merek jepang yang sudah lama beredar produk motor cina memang sangat jauh, namun sayangnya produk motor jepang tersebut bukan milik kita, tapi kita tidak usah khawatir, dengan ini kita bisa melihat skema dari kualitas produk cina, bahkan tidak Cuma itu kok, saya pernah mendengar dan membaca tentang produk-produk plastic atau melamin, susu, yang banyak dilarang oleh Negara-negara pengimpor produk cina dikarenakan penggunaan bahan yang berbahaya, sehingga berbahaya bagi kesehatan.
Ini lah kekuatan sebenarnya bagi para pengusaha kita, dengan tidak melulu terpengaruh jargon-jargon tentang produk murah akan disenangi dan dibeli oleh konsumen, saran saya adalah peningkatan kualitas produk lokal, karena apa ? konsumen saat ini tidak bodoh kok, untuk segmen menengah keatas jaminan kualitas produk memang perlu diperhatikan

Said: Produk China Wajib Pakai SNI PDF Print
18-01-2010
Jakarta  – Kementerian BUMN mendorong pemerintah menerapkan penggunaan label Standar Nasional Industri (SNI) terhadap produk China guna melindungi perusahaan lokal sekaligus memproteksi konsumen, terkait pelaksanaan ASEAN -China Free Trade Agreement CFTA). 

“SNI penting diterapkan untuk mengetahui apakah barang yang masuk ke Indonesia kualitasnya sama dengan produksi sejenis dalam negeri,” kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, di Jakarta, Minggu.

Menurut Said, sejauh ini dampak pelaksanaan ACFTA dalam jangka pendek terhadap kinerja perusahaan perusahaan milik negara belum terasa.

“Akan tetapi, kami terus mempelajarinya dan segera memberi masukan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk mengambil langkah konkret menghadapi persoalan,” katanya.

Ia menuturkan, secara industri pelaksanaan ACFTA memberikan dampak besar terhadap pasar di dalam negeri karena akan dibanjiri produk-produk yang beragam kualitas dan harganya.

Satu jenis produk bisa memiliki hingga lima kualitas, dengan harga bervariasi yang bersaing dengan produk sejenis dalam negeri.

“Dari tampang sama (produk), tapi kualitasnya rendah. Dengan harga yang ditawarkan yang lebih murah bisa saja produk asal China tersebut lebih laku,” tegasnya.

Untuk itu diutarakan Said, agar lebih adil maka penerapan SNI diterapkan tidak saja untuk produk dari luar negeri tetapi juga produk lokal agar telihat jelas bahwa yang dibeli para konsumen bukan merupakan “sampah”.

Sesungguhnya, masalah yang dihadapi adalah bahwa produk asal China yang masuk ke dalam negeri tidak punya standar.

“Kalau standarnya sama, maka kita yakin mampu bersaing. Yang manufaktur agak berat, tapi kalau produk rumahan masih beranilah,” tegas Said.

Menurut dia,secara keseluruhan penerapan ACFTA bisa memberi dampak negatif karena mengancam sektor tertentu, namun juga berdampak positif terhadap BUMN karena bisa disiasati dengan efisiensi terhadap biaya-biaya produksi, sehingga menciptakan peluang.

Said mencontohkan, motor China yang sempat menjadi fenomenal masuk ke Indonesia karena dijual dengan harga murah, belakangan tidak lagi laku atau bahkan hilang dari pasar karena konsumen otomotif sudah lebih jeli terhadap kualitas produk.

Untuk itulah diutarakan Said, penting bagi pemerintah untuk mengedepankan kampanye produk dalam negeri, dengan catatan bahwa yang diproduksi adalah barang berkualitas.

Ia mengakui, produk baja impor asal China banyak beredar di pasar, namun dengan kualitas produk PT Krakatau Steel (Persero) yang lebih terjamin, membuat secara perlahan baja impor tersebut akan ditinggalkan.

Untuk itu ujar Said, sebagai antisipasi pemberlakuan ACFTA, Kementerian BUMN mendorong perusahaan” pelat merah “menghasilkan barang/jasa berkualitas sehingga menjadi pionir di setiap industri.

“Pemerintah juga memastikan ketersediaan BBM, gas, dan energi listrik secara berkesinambungan untuk mendukung daya saing industri di dalam negeri,” katanya.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1263738262/said-produk-china-wajib-pakai-sni

 

=============================================

China Factory 

Hampir semua toko di Indonesia menjual produk-produk China dengan harga serba murah. Pernahkah kita bertanya, mengapa bisa demikian? Apa alasan-alasannya? Secara umum, ada beberapa alasannya, berikut merupakan 10 alasannya :

  1. Biaya tenaga kerja (SDM) yang murah (sumber daya manusia melimpah) dan produktivitas buruhnya tinggi
  2. Pajak yang tidak terlalu besar (atau malah tidak bayar pajak karena BM (Black Market).
  3. Sebagian besar komponen produknya merupakan komponen bekas (daur ulang), Go Green.
  4. Jumlah produksinya yang tinggi (dalam skala besar) dan faktor pasar dalam negerinya yang melimpah.
  5. Mempunyai jaringan perdagangan yang kuat dan terpadu di seluruh dunia. Chinese is everywhere.
  6. REVERSE ENGINEERING. Biaya (Cost) terbesar pada pembuatan produk, adalah pada tahap “Penelitian (Research) dan Pengembangan (Development)”. Selain memakan biaya besar, juga memakan waktu yang lama. Para pengusaha Cina melihat hal ini dapat dihilangkan dengan menggunakan sistem “Reverse Engineering“. Reverse Engineering, merupakan suatu kegiatan membuat kembali produk yang sudah ada dengan menggunakan part, material, serta cara pembuatan yang sama seperti produk aslinya. Dengan kata lain meniru. Reverse Engineering ada dua (2) jenis, yaitu :
    • Meniru material, bentuk sesuai dengan aslinya
    • Meniru material, bentuk tetapi dilakukan modifikasiDalam modifikasi, peranan seorang designer dengan software CAD-nya berperan sangat vital. Software CAD akan dapat membantu perancang untuk mengubah bentuk dasar dari rancangan yang akan ditiru. Harus kita ingat sebenarnya kegiatan meniru bukanlah sesuatu yang memalukan. Itu merupakan sebuah proses belajar tanpa henti tujuannya adalah untuk menciptakan atau menghasilkan sebuah produk yang memiiki harga semurah mungkin dan memiliki fungsi banyak mungkin (satu jenis produk multifungsi tanpa meninggalkan fungsi utamanya. Contoh : mobile phone ada tv, radio, kamera foto dan video padahal fungsi utamanya buat nelpon dan sms). Ingin mengetahui lebih jauh : ikut kuliah Value Engineering.
  7. PALUGADA” : Apa yang diminta, tersedia. Hampir semua jenis produk ada, plus variasi harganya. Kualitas produk tergantung uang. Uang banyak, China mampu membuat produk kualitas bagus. Uang sedikit, China juga bisa membuat produk walau kualitas rendah.
  8. Memaksimalkan peran UKM (Usaha Kecil Menengah).
  9. Infrastuktur mendukung
  10. Industri komponennya mendukung.

“Namun konsumen harus berhati-hati karena produk China itu belum tentu bagus, karena pada produknya ada faktor efisiensi yang mempengaruhi usia produk dan daya tahan terutama barang elektronik. Ada baiknya konsumen cermat memperhatikan produk China, layanan after sales service juga layak menjadi pertimbangan. Berhati-hatilah juga dengan produk yang dikonsumsi manusia seperti makanan, minuman, obat-obatan, penulis lihat beritanya cukup ngeri”.

———————————————————–

http://www.antarasumut.com/berita-sumut/pengamatkualitas-ponsel-buatan-china-rendah/

Pengamat:Kualitas Ponsel Buatan China rendah

Medan, 24/8 (ANTARA) – Pengamat dan penulis masalah telekomunikasi/seluler Herry Setiadi Wibowo mengatakan, dewasa ini tidak kurang dari 140 merek ponsel buatan China beredar di pasaran di Indonesia.

“Namun yang membuat kurang menarik dari ponsel ini adalah masalah pengendalian kualitas atau mutunya yang masih sangat rendah. Coba bandingkan dengan ponsel buatan negara yang sudah terkenal, sangat jauh berbeda kualitasnya,” katanya, di Medan, Selasa.

Selain itu, berbagai merek ponsel lokal itu juga tidak memiliki kejelasan lanjutan mengenai layanan setelah konsumen membeli produk tersebut. Banyak masyarakat tidak tahu kemana harus membawa ponsel itu ketika rusak.

Selain itu, aplikasi yang terdapat di ponsel-ponsel tersebut juga hanya berupa “shortcut”. Spesifikasi yang tercantum di label bahkan terkadang tidak sesuai dengan keadaan ponsel itu sendiri.

“Kondisi ini tentunya sangat berbanding terbalik dengan ponsel-ponsel terkenal non-China yang ada saat ini. Rata-rata merek ponsel terkenal itu gampang dibawa kemana saja untuk diservis ketika rusak, begitu juga dengan onderdilnya gampang untuk dicari,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, disamping berbagai kelemahan tersebut, ponsel buatan China itu juga memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki ponsel lain, seperti pada layanan “dual on” atau “triple on”.

“Ponsel global atau yang telah memiliki nama sangat jarang yang memiliki layanan tersebut. Selain itu, ponsel ini juga biasanya dilengkapi dengan radio FM dan TV Analog,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan beberapa kiat atau resep dalam membeli ponsel buatan China agar dapat memberikan kenyamanan pada pembelinya dan tidak menyesal di kemudian hari akibat salah pilih.

Misalnya dengan memeriksa apakah service center-nya ada di kota tempat ponsel tersebut dibeli. Karena ini juga merupakan salah satu hal yang sangat vital untuk diperhatikan konsumen.

Kemudian perlu juga diperhatiakan fitur yang ada di ponsel lokal tersebut, tentunya semakin lengkap fiturnya harganya juga semakin mahal.

Periksa juga aksesorinya, seperti charger, baterai dan kabel data. Akan lebih baik aksesoris ponsel tersebut jika sama dengan aksesoris ponsel kebanyakan.

“Karena jika rusak atau perusahaan ponsel tersebut bangkrut atau tak memproduksi aksesori itu, kita bisa membelinya dari merek yang lain,” katanya. ***2***

—————————————————-

http://entertainment.kompas.com/read/2010/01/23/01074610/Suku.Cadang.Pembangkit.Listrik.Produk.China.Berkualitas.Rendah..

Suku Cadang Pembangkit Listrik Produk China Berkualitas Rendah Sabtu, 23 Januari 2010 | 01:07 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

MEDAN, KOMPAS.com –  Suku cadang buatan China yang banyak dipakai dalam pembangkit listrik di Indonesia saat ini ternyata berkualitas rendah. Padahal suku cadang tersebut banyak dipakai di pembangkit listrik yang dibangun oleh kontraktor asal China, terutama dalam proyek-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Suku cadang buatan China ini memiliki masa hidup yang cukup pendek dibanding buatan negara-negara Eropa atau AS.
— Bintatar Hutabarat

Soal rendahnya kualitas suku cadang pembangkit listrik asal China ini diakui oleh General Manager PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Utara, Aceh dan Riau Bintatar Hutabarat di Medan, Jumat (22/1). Bintatar mengungkapkan, memang untuk bagian utama pembangkit seperti turbin atau boiler, kualitas produk buatan China masih lumayan. ” Boilernya bagus. Turbinnya buatan Shanghai dan ini juga banyak dipakai di China. Mereka juga sering mengekspornya. Tetapi untuk suku cadang yang kecil-kecil, kualitasnya memang jauh dibandingkan buatan Amerika Serikat, Jerman ataupun Perancis,” ujar Bintatar.

Meski kecil, menurut Bintatar, suku cadang ini tetap penting dalam pengoperasian pembangkit. “Ibaratnya kayak pentil ban mobil. Kalau bagian itu tak ada, kan ban juga cepat kempis. Nah suku cadang-suku cadang kecil seperti instrumen dan katup ini juga begitu. Kalau sudah rusak, ya mengganggu operasionalisasi pembangkit secara keseluruhan,” katanya.

Bintatar mengatakan, suku cadang buatan China ini memiliki masa hidup yang cukup pendek dibanding buatan negara-negara Eropa atau AS. “Memang untuk suku cadang seperti ini, harus diakui, kualitas buatan China masih rendah. Masa hidupnya lebih pendek,” katanya.

Bintatar bukan tak beralasan mengatakan suku cadang pembangkit listrik produk China berkualitas rendah. Sebagai General Manager yang bertanggung jawab terhadap pembangunan PLTU Labuhan Angin (2×115

Suku cadang buatan China ini memiliki masa hidup yang cukup pendek dibanding buatan negara-negara Eropa atau AS.
— Bintatar Hutabarat
——————————————————————————————

About katalogampaccos
katalogampaccos319

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: