Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes 2009 di Dinkes Taput

Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum’at, 08 April 2011
HOME HUKUM & KRIMINAL
Rabu, 11 Agustus 2010 | 21:25:01
Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes 2009 di Dinkes Taput 

TARUTUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Tapnuli Utara melalui Dinas Kesehatan Tapanuli Utara melakukan pengadaan alat kesehatan (Alkes) pada Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp8,7 miliar yang di duga ada indikasi korupsi dengan cara memark-up harga mencapai 400%-500% dari harga alat kesehatan tersebut ,Hal tersebut di katakan oleh Dompak Hutasoit selaku Sekretaris Indonesia Corruption Fighting (ICF) kepada wartawan  di Tarutung Rabu 11 Agustus 2010. 

Dompak menjelaskan,kita telah menelusuri dan bahkan sudah melihat semua pengadaan  Alat Kesehatan (Alkes) tersebut, banyak kejanggalan  dalam alat kesehatan itu, seperti, merk barang, dan buatan negara mana, sehingga menguatkan kami adanya dugaan korupsi dalam harga barang yakni,dalam surat penyerahan Alat Kesehatan (Alkes) ke setiap Puskesmas, bahwa barang tersebut tertera dalam surat bermerek buatan China, ternya fisik barang adalah merek Taiwan, itu tertera dalam alat kesehatan cek gula, alat cek colesterol dan alat cek asam urat yang di kemas dalam tiga macam dalam satu kotak dengan nama Nesco Multicheck Made in Taiwan.

Lanjut Dompak, kita telah melakukan penelusuran harga,bahwa harga barang tersebut dalam satu kemasan/kotak dengan Multicheck Rp2,000.000,kalau per unit,untuk harga alat cek kolesterol Rp350.000, alat cek gula  Rp325.000 dan untuk cek asam urat Rp1.250.000. Berdasarkan hasil penelusuran harga dan merek barang dan buatan negara, ada dugaan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan tersebut dengan cara memark-up harga.

Untuk pengadaan barang haruslah ada salinan izin Penyaluran alat kesehatan yang menunjuk legalisir oleh Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan juga Izin berlaku selama masih aktif dan memenuhi persyaratan pedoman distribusi alat kesehatan yang baik dipersyaratkan atau dapat ditentukan lain oleh daerah. Masih aktif dan memenuhi persyaratan pedoman penyalur Alkes yang baik harus dapat dibuktikan dengan laporan kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun terakhir dan hasil pemeriksaan terhadap sarana minimal 1 (satu) tahun sekali untuk membuktikan masih memenuhi persyaratan cara distribusi Alkes yang baik, dan yang diharapkan saat ini dari Dinas Kesehatan Tapnuli Utara sebelum menerima alat kesehatan tersebut dari pihak rekanan pemenang tender yakni, Identifikasi bahan alat kesehatan, nama pemasok, tanggal penerimaan, nomor bets asli alat kesehatan, nomor bets produk, nomor pemeriksaan mutu, jumlah yang diterima,tanggal sampling dan hasil pemeriksaan mutu, terang Dompak Hutasoit.

Hal tersebut diutarakan oleh Pengamat Tapanuli Raya, R Hamonangan, mengenai alat kesehatan ini, pemerintah melalui Dinas Kesehatan harus selalu ekstra hati-hati dalam pengadaan Alat Kesehatan (Alkes), sebab di gunakan untuk masyarakat.

“Saat ini banyak dugaan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan di tiap Kabupaten, Itu disebabkan adanya perbedaan antara nama alkesnya dan spesifikasi aslinya ,Selain itu, dalam proses pengadaan tender pengadaan barang dan jasanya diduga terjadi persengkokolan antara pejabat pemegang kuasa anggaran (PKA) yakni Kepala Dinas Kesehatan dengan penyedia jasa dalam memenangkan pemenang tender, sehingga terjadi kerugian negara dari kegiatan pengadaan tersebut relatif  besar.”

Dihimbau kepada pihak penegak Hukum,agar mengusut dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan yang terjadi di Dinas Kesehatan Taput,karena itu suatu tindakan yang merugikan Negara dan pada umumnya merugikan masyarakat karena dana yang digunakan untuk pembelian alat alat tersebut juga dari rakyat .

Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Utara Jumaga Nainggolan saat di hubungi melalui telepon selulernya seputar pengadaan Alat Kesehatan Tahun Anggaran 2009 sebesar  Rp8,7 miliar yang diduga ada keganjilan tidak mengangkat teleponnya demikian juga saat di-SMS  tidak menjawab .

Sekretaris Dinas Kesehatan Tapanuli Utara Ramli Simamora di dampingi Ketua Panitia Lelang/Tender pengadaan alat kesehatan Rudi Siregar saat di jumpai di kantornya seputar adanya kejanggalan  dalam fisik Alat Kesehatan, mengatakan, “memang dalam surat penyerahan barang alat kesehatan ke setiap Puskesmas jelas tertera dalam surat buatan China,tetapi fisik buatan Taiwan,tetapi walau begitu,saya rasa tidak ada temuan dalam pengadaan tersebut, karena yang paling penting asalkan ada Sertifikat Original Perusahaan,” jelas Rudi Siregar

Rudi menambahkan, pengadaan tersebut tidak ada bedanya seperti merek sepeda motor. Contohnya Honda,yang jelas Honda itu buatan Jepang, tetapi sekarang ini merek Honda sudah produksi Taiwan, Jepang saat ini hanya menjual nama atau merek, Begitu juga alat kesehatan ini, China menjual nama produksinya ke Taiwan dan memproduksi secara massal.”Jadi saya rasa tidak ada kejanggalan dalam pengadaan tersebut,” ujar Rudi Siregar .

Sementara itu dari investigasi beberapa wartawan dibeberapa Puskesmas di Kabupaten Tapanuli Utara, beberapa  alat kesehatan tidak memiliki buatan (made)/pabrikan negara mana seperti alat pembakar Jarum Suntik, yang tertera dalam alat tersebut hanya Merk Dr Morton type-B Electrical Needle Destroye tanpa buatan (made) negara mana, Begitu juga alat Cek Asam Urat, Cek Colesterol dan Cek Gula dalam satu paket/Kotak merek Nesco Multicheck buatan (made) Taiwan padahal dalam pengantar buatan China

About katalogampaccos
katalogampaccos319

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: